2017, Pelelangan Proyek Harus Tuntas Maret




Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur (Wagub) NTB, H. Muh. Amin, SH.,M.Si., mengatakan Pemprov akan mempercepat realisasi anggaran 2017 sesuai dengan arahan Presiden, Ir. H. Joko Widodo pada saat penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 2017. Salah satu caranya, pelelangan proyek harus tuntas pada Maret.

Wagub mengatakan, percepatan realisasi anggaran merupakan kegiatan rutin yang dilakukan SKPD tiap tahun. Untuk itu, pelaksanaan anggaran mulai dari awal tahun harus dilakukan. “Karena itu, saya kira 2017 ini tentu kita akan lebih cepat lagi bergerak. Kenapa ndak bisa Februari sampai Maret itu harus semuanya dilelang. Saya kira, kita akan buatkan batasan waktu pelelangan pada wal-awal tahun harus bisa tuntas,” kata Wagub ketikam dikonfirmasi di Mataram (8/12) siang kemarin.

Pada akhir Desember ini, akan dilakukan pengisian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru. Ia menjelaskan, setelah adanya pengisian pejabat yang baru, akan ada instruksi kepada kepala SKPD yang harus dijalankan untuk mempercepat realisasi anggaran.

Dikatakan, tak ada alasan bagi kepala SKPD serapan anggarannya pada awal tahun akibat baru menempati posisi atau jabatan tertentu. Artinya, kepala SKPD tak perlu lagi melakukan penyusuain karena penyerapan anggaran merupakan hal rutin yang dilaksanakan tiap tahun. “Itu kan hal rutin, kecuali ada hal-hal baru. Ini kan ndak, sudah jelas tugas pokok dan fungsinya,”ucapnya.

Mengenai serapan APBD NTB 2016 yang masih minus delapan persen dari target per 2 Desember lalu, Wagub mengaku optimis akan mampu mencapai target sampai berakhirnya tahun anggaran. Pembayaran kegiatan akan berakhir sampai 15 Desember mendatang sementara kegiatan fisik masih berlangsung sampai 31 Desember 2016. “Ada teknisnya, sudah diatur semua,”ujarnya.

Berdasarkan data Biro Administrasi Pemerintahan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintahan (AP & LPBJP) Setda NTB, hingga 2 Desember 2016, realisasi keuangan dan fisik APBD-P NTB 2016 yang berjumlah Rp. 3,953 Triliun, baru mencapai 80,60 persendan 84,17 persen dari target 88,81 persen dan 92,91 persen. Artinya, terjadi deviasi realisasi keuangan dan fisik masing-masing 8,21 persen dan 8,74 persendari target yang telah ditetapkan. (nas)



Sumber: Harian Suara NTB Cetak, Edisi 9 Desember 2016

About FITRA NTB

FITRA NTB adalah organisasi nonpemerintah (NGO) yang inklusif, berpihak pada rakyat, sensitif jender dan independen. Didirikan oleh sekelompok tokoh muda NTB dan memiliki jaringan di seluruh kabupaten/kota se-NTB dan jaringan secara nasional di provinsi se-Indonesia..
    Blogger Comment
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Baris Video