DAU Ditundan, Gubernur Diharapkan Pimpin Gerakan Penghematan Anggaran


Mataram (suarantb.com) - Momentum penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) untuk Provinsi NTB oleh pemerintah pusat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) seharusnya bisa menjadi momentum bagi Gubernur dan pejabat di NTB memberikan contoh melakukan gerakan penghematan anggaran.

Hal tersebut disampakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Fitra NTB Erwyn Kafah kepada suarantb.com, Rabu, 31 Agustus 2016. Menurut Erwyn, di tengah kesulitan anggaran yang disebabkan oleh tertundanya DAU untuk Provinsi NTB jangan sampai membuat pemerintah mengambil kebijakan untuk menunda program-program yang berpengaruh terhadap pelayanan kepada masyarakat. Justru, hal tersebut harus menjadi momentum bagi pemimpin dan pejabat pemerintahan di NTB untuk memberikan Contoh bagaimana memangani keadaaan.

"Karena kita tidak cukup sekedar punya pimpinan yang baik. Tapi pemimpin yang siap menangani keadaan. Memberi gLiada 7Ce membangun arah. Itu baru pemimpin, tugas pemimpin kan membangun arah, dia yang harus merumuskan ideologi," ujarnya.

Menurut Erwyn, gerakan penghematan anggaran merupakan sebuah langkah yang baik, sekaligus memberikan efek yang besar bagi pandangan masyarakat terhadap pemimpinnya. Dikatakan, gerakan tersebut akan sangat berdampak jika dimulai oleh Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi.

"Gubernur harus pimpin gerakan berhemat. Bagaimana cara memimpin? Yang pertama gubernur mengumumkan, potong tunjangannya untuk kepentingan publik, sarannya.

Seandainya Gubernur berani mengambil tindakan dengan memotong tunjangannya dan disumbangkan untuk kepentingan publik, hal tersebut bisa memberikan dampak yang besar. Tidak hanya bagi masyarakat, juga bisa menjadi acuan jajaran pejabat lain. Untuk itu, Pemprow NTB, menurut Erwyn, harus terus melanjutkan program-program yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat karena hal tersebut memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan perekonomian masyarakat NTB.

"Saya sarankan, kalau yang urusannya ke publik itu ditunda oleh pemerintah, pelaku usaha harus gugat pemerintah. Tapi kalau program itu menyangkut birokrasi tunda saja," ujarnya (ast)

Sumber:http://www.suarantb.com/news/2016/08/31/7189/dau.ditunda.gubernur.diharapkan.pimpin.gerakan.penghematan.anggaran

About FITRA NTB

FITRA NTB adalah organisasi nonpemerintah (NGO) yang inklusif, berpihak pada rakyat, sensitif jender dan independen. Didirikan oleh sekelompok tokoh muda NTB dan memiliki jaringan di seluruh kabupaten/kota se-NTB dan jaringan secara nasional di provinsi se-Indonesia..
    Blogger Comment
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Baris Video