Investigasi Dugaan Korupsi, Dua Aktivis Desa Ditahan Polisi
















Dua Aktivis Desa Mekarsari Kecamatan Suela Lombok timur ditahan Polres Lombok Timur. Dua aktivis tersebut adalah Muhammad Anwar (32) dan Amak Hur (53), keduanya ditahan sejak 12 Juli 2016 lalu.

Menurut keterangan Ikhsan Ramdhany Ketua LSM FORMAPI-NTB, kedua Aktivis Desa yang ditahan tersebut bermula saat menyelidiki dugaan penyelewengan dalam pembangunan sebuah gang di Desa Mekarsari,

Dalam Laporan Rencana Anggaran Bangunan (RAB) Desa Mekarsari, semen yang digunakan dalam pembangunan gang adalah Semen dengan harga yang mahal. Namun praktik yang ditemui di lapangan ternyata semen digunakan adalah semen yang berkualitas rendah dan tidak sesuai dengan yang ada di Laporan RAB.

Kedua Aktivis Desa tersebut lantas mengamankan barang bukti Semen yang ditemukannya untuk menjadi barang bukti investigasi. Namun justru pihak Kepolisian menangkap keduanya lantaran dituduh men Curi.

"Mereka mau melakukan investigasi dugaan korupsi pembangunan gang, namun saat mengamankan barang bukti, mereka justru dituduh mencuri," ujarnya, Jumat, 15 Juli 2016.

Atas peristiwa penangkapan tersebut, FORMAPI-NTB beserta LSM FTRA NTB dan HMI Cabang Selong berencana untuk melakukan dengar pendapat di Polres Lombok Timur pada Sabtu besok. "Kami akan hearing ke Polres Lotim Sabtu besok, seharusnya berdasarkan PERMA Nomor 02 tahun 2012 bahwa dugaan pencurian di bawah dua juta tidak layak untuk ditahan. Harusnya selesai di tingkat desa," tambah Ikhsan. (szr)


Sumber: http://www.suarantb.com/news/2016/07/15/2764/investigasi.dugaan.korupsi.dua.aktivis.desa.ditahan.polisi

About FITRA NTB

FITRA NTB adalah organisasi nonpemerintah (NGO) yang inklusif, berpihak pada rakyat, sensitif jender dan independen. Didirikan oleh sekelompok tokoh muda NTB dan memiliki jaringan di seluruh kabupaten/kota se-NTB dan jaringan secara nasional di provinsi se-Indonesia..
    Blogger Comment
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Baris Video