Penurunan Kemiskinan Rendah, Pemprov NTB Diminta Jelaskan Kelayakan Perencanaan dan Program


Mataram (suarantb.com) – Sekjen Fitra NTB, Ervyn Kaffah meminta Pemprov NTB untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kelayakan perencanaan pembangunan dan program mana saja yang menjadi prioritas anggaran khususnya untuk pengurangan angka kemiskinan. Anggaran kemiskinan terus bertambah, namun target pengurangan kemiskinan masih rendah.

Hal itu disampaikan Ervyn melihat capaian pengentasan kemiskinan di NTB yang terkesan landai di tengah semakin tingginya anggaran yang digelontorkan daerah.

“Pemerintah daerah harus bisa menjelaskan kepada publik mengenai sejauh mana aspek kelayakan perencanaan dan prioritas penganggaran yg dijalankan selama beberapa tahun terakhir. Anggaran kemiskinan terus ditambah, tapi capaiannya landai-landai saja,” ujar Ervyn, Kamis, 17 November 2016.

Menurutnya, perlu ada klarifikasi dari pemerintah terkait hal tersebut. Bagaimanapun masyarakat sebagai objek dari program yang dijalankan pemerintah perlu melihat secara jelas aliran anggaran tersebut mengarah kemana.

“Hal ini perlu dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas publik,” katanya.

Selain untuk memberikan informasi kepada masyarakat kemana pemerintah mengalirkan anggaran. Hal itu juga untuk menambah kepercayaan masyarakat kepada pemerintah dalam hal ini Pemprov NTB sebagai abdi masyarakat yang profesional.

“Sekaligus menguatkan kepercayaan publik bahwa prioritas kebijakan pembangunan dan anggaran pengurangan kemiskinan memang dilaksanakan secara terukur dan kita sedang pada jalur track cepat yang benar,” paparnya.

Ia juga mengingatkan kepada pemerintah untuk ke depannya supaya pengurangan angka kemiskinan di NTB berbanding lurus dengan jumlah anggaran yang dikeluarkan. Semakin besar anggaran seharusnya dibarengi dengan bertambahnya kesejahteraan seluruh masyarakat NTB. Jika target tidak tercapai, maka sangat wajar kemudian masyarakat mempertanyakan integritas pemerintah.

Dari data yang dimiliki Fitra NTB, ia menilai penurunan angka kemiskinan di NTB hanya mencapai 0,5 persen per tahun. Jika membandingkan capaian tersebut dengan jumlah anggaran yang dikeluarkan, maka Pemprov NTB bisa dikatakan gagal.

“Tahun 2016 ini Pemprov menganggarkan Rp 804 miliar untuk pengurangan kemiskinan, sementara tahun 2017 mendatang rencana Gubernur anggaran kemiskinan tembus Rp 1, 2 triliun. Namun selama periode kepemimpinan TGB-Amin pengurangan kemiskinan tiap tahunnya hanya sekitar 0,5 persen,” sebutnya. (ast)

Sumber: http://www.suarantb.com/news/2016/11/18/14827/penurunan.kemiskinan.rendah.pemprov.ntb.diminta.jelaskan.kelayakan.perencanaan.dan.program

About FITRA NTB

FITRA NTB adalah organisasi nonpemerintah (NGO) yang inklusif, berpihak pada rakyat, sensitif jender dan independen. Didirikan oleh sekelompok tokoh muda NTB dan memiliki jaringan di seluruh kabupaten/kota se-NTB dan jaringan secara nasional di provinsi se-Indonesia..
    Blogger Comment

1 komentar:

  1. Perkenalkan nama saya zull fikar. Dan saya ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH JONOSEUH atas bantuannya selama ini dan saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sukses dan ini semua berkat bantuan MBAH JONOSEUH,selama ini, saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang2 dan alhamdulillah kini sekaran saya sudah punya usaha Restoran sendiri,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada MBAH JONOSEUH atas bantuan nomor togel dan dana ghaibnya, dan saya yang dulunya pakum karna masalah faktor ekonomi dan kini kami sekeluarga sudah sangat serba berkecukupan dan tidak pernah lagi hutang sana sini,,bagi anda yang punya masalah keuangan jadi jangan ragu-ragu untuk menghubungi MBAH JONOSEUH karna beliau akan membantu semua masalah anda dan baru kali ini juga saya mendaptkan para normal yang sangat hebat dan benar-benar terbukti nyata,ini bukan hanya sekedar cerita atau rekayasa tapi inilah kisah nyata yang benar-benar nyata dari saya dan bagi anda yg ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JONOSEUH di 0823 4444 5588 dan ingat kesempatan tidak akan datang untuk yang ke 2 kalinya terimah kasih..

    BalasHapus

Baris Video