Polres Lotim Tangguhkan Dua Penahanan Aktivis Desa Mekar Bersatu















Selong (suarantb.com) - Dua Aktivis Desa Mekarsari Kecamatan Suela yang sempat ditahan Polres Lombok Timur (Lotim) sejak 12 Juli 2016 lalu, resmi ditangguhkan penahanannya. Dua aktivis tersebut adalah Muhammad Anwar (32) dan Amak Hur (53). Keduanya ditahan lantaram dituduh mem Curi saat melakukan investigasi dugaan korupsi pembangunan gang desa.

Sejumlah elemen masyarakat yang terdiri dari Formapi-NTB. Fitra NTB. JPKP Latim, HMI Cabang Selong, dan puluhan warga desa Mekarsari menyambangi Polres Latim, Sabtu, 16 Juli 2016.

Sejumlah elemen masyarakat menggelar dengar pendapat bersama Polres Lotim. Dengar pendapat yang digelar di ruang Rupatama Polres Latim diterima oleh Kasat Intel Polres Latim, AKP Hatta S.IP dan Kasat Reskrim Polres Latim AKP Wendi Oktariansyah.

Dalam dengar pendapat, masyarakat meminta agar kedua. Orang yang ditahan Untuk. Segera ditangguhkan penahanannya.

"Kami memohon agar kedua warga desa yang ditahan untuk Segera ditangguhkan penahanannya." ujar Ketua Formapi-NTB, Ikhsan Ramdhany.

Kepala Dusun Belumbung Utara, Mustaan dalam dengar pendapat menyayangkan prosedur penangkapan yang dilakukan Tim Buser Polres Latim. Di mana surat penangkapan dan penahanan diserahkan Secara bersamaan beberapa hari Setelah penangkapan dilakukan.

"Kita ingin polisi sebagai alat negara, bukan alat kekuasaan. Prosedur harus sesuai KUHAP" ujarnya.

Sementara AKP Wendi menjelaskan bahwa pihak kepolisian justru menginginkan diselesaikan secara Alternative Dispute Resolution (ADR) agar perkara tersebut secepatnya selesai secara kekeluargaan. Namun menurutnya pihak korban justru tidak menginginkan penyelesaian secara kekeluargaan, sehingga kedua warga desa masih tetap ditahan.

"Justru kami setingkat lebih atas dari permintaan teman-teman. Kami mau diselesaikan secara ADR. biar cepat selesai secara kekeluargaan. Namun pihak korban tidak mau," ujar Wendi

Kendati demikian Wendi akhirnya mengabulkan permohonan elemen masyarakat, dikarenakan kasus tersebut adalah kasus ringan.

"Baiklah, untuk teman-teman yang ingin menjamin penanguhan penahanan, silahkan Selepas acara ini ke ruang Reskrim, menandatangani permohonan penangguhan," ujarnya.

AKP Hatta menambahkan bahwa pada dasarnya pihak Kepolisian tidak mempersulit warga masyarakat.

"intinya pihak Kepolisian tidak mempersulit tidak usah terlalu formal (hearing), Cukup kita duduk di berugak (gazebo), atau datangi langsung ruang Reskrim," jelasnya.

Selesai a Cara beberapa elemen masyarakat memandatangani permohonan pemangguhan pemahanan kedua Warga desa Mekarsari tersebut. (Szr)

Sumber: http://www.suarantb.com/news/2016/07/16/2865/polres.lotim.tangguhkan.penahanan.dua.aktivis.desa.mekarsari

About FITRA NTB

FITRA NTB adalah organisasi nonpemerintah (NGO) yang inklusif, berpihak pada rakyat, sensitif jender dan independen. Didirikan oleh sekelompok tokoh muda NTB dan memiliki jaringan di seluruh kabupaten/kota se-NTB dan jaringan secara nasional di provinsi se-Indonesia..
    Blogger Comment
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Baris Video