Realisasi Dana Bansos Rendah, Ini Tanggapan Kepala BPKAD NTB


Mataram (suarantb.com) - Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB, Drs H. Supran, MM menganggap tuduhan mengenai kerja BPKAD lamban, dalam merealisasikan anggaran bantuan sosial (bansas) dianggap karena berbeda pemahaman. Ia menjelaskan bahwa dana banson bukan dana sosial.
Ditemui pada Kamis, 12 Agustus 2016, Supran menolak untuk berdebat masalah tersebut, karena ia menganggap masing-masing orang punya pemahaman yang berbeda.
"Makanya kita beda versi dalam memahaminya. Jangan menganggap dana bansos itu dana sosial tapi hibah. Mereka nggak bisa membedakan bansos dengan sosial. Kalau sosial ya di Dinas Sosial sana."
ujarnya
Mengenai serapan dana bansos yang dibeberkan FTRA NTB yang baru sebesar 1.45 persen, Supran mengatakan dana bamsos provinsi NTB tidak hanya untuk DPRD saja. Akan tetapi juga untuk dana Biaya Oprasional Sekolah (BOS) dan lainnya.
"Jangan menganggap dana bansos itu hanya untuk DPRD, Dana hibah bansas juga untuk BOS dan lain sebagainya, sudah lancar tidak terhambat. Artinya yang berkaitan dengan Permendagri yang baru, kalau nanti dieksekusi (direalisasikan) setelah APBD Perubahan," jelas mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM ini. (ism)

Sumber: http://www.suarantb.com/news/2016/08/12/5531/realisasi.dana.bansos.rendah.ini.tanggapan.kepala.bpkad.ntb

About FITRA NTB

FITRA NTB adalah organisasi nonpemerintah (NGO) yang inklusif, berpihak pada rakyat, sensitif jender dan independen. Didirikan oleh sekelompok tokoh muda NTB dan memiliki jaringan di seluruh kabupaten/kota se-NTB dan jaringan secara nasional di provinsi se-Indonesia..
    Blogger Comment
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Baris Video